ggelora bung karno

Sejarahdunia.com – Pada era Presiden Joko Widodo saat ini, pembangunan infrastuktur di berbagai daerah terus digenjot. Jalan-jalan baru, pelabuhan, hingga bandara terus dikebut pembangunannya demi memuluskan misi pemerintah dalam program pemerataan pembangunan. Pada era Presiden Sukarno pun, Indonesia sudah gencar melakukan pembangunan. Bung Karno, yang seorang arsitek dikenal rajin dalam membangun proyek-proyek besar untuk Indonesia.

Meskipun banyak pihak menuding langkah Bung Karno itu sebagai tindakan yang tidak tepat karena sebagian besar anggarannya berasal dari utang luar negeri, namun proyek-proyek Bung Karno berhasil mengensankan Indonesia sebagai sebuah bangsa yang besar. Setidaknya, itulah yang dicita-citakan Sukarno.

“Ini semua bukanlah untuk keagunganku, tapi agar seluruh bangsaku dihargai oleh seluruh dunia.” kata Bung Karno.

Berikut merupakan bangunan-bangunan monumental yang menjadi peninggalan Bung Karno.

1.Monumen Nasional (Monas)

Monumen Nasional peninggalan bung karno
Foto: Antara

Siapa yang tidak kenal Monumenal Nasional atau yang biasa disebut Monas. Bangunan ini merupakan tugu setinggi 132 meter yang dibagian atasnya terdapat hiasan berlapis emas yang berbentuk seperti api.

Monas mulai dibangun pada 17 Agustus 1961 dan dibuka untuk umum pada 12 Juli 1975. Pada bagian bawah Monas terdapat museum sejarah Indonesia yang berisi diorama yang menggambarkan berbagai peristiwa sejarah di Indonesia.

Bentuknya merupakan gagasan dari Bung Karno yang ingin monumen ini menggabungkan bentuk lingga berupa tugu obelisk yang menjulang tinggi dan yoni yang berupa cawan besar. Dalam buku Bung Karno Sang Arsitek (Yuke Ardhiati:2005), bangunan ini mencerminkan hal yang bergerak, dinamis, dalam satu bentuk daripada materi yang mati.

2.Hotel Indonesia

Hotel Indonesia peninggalan bung karno
Foto: Dok. Hotel Indonesia

Hotel Indonesia merupakan hotel yang kerap diklaim sebagai hotel berbintang pertama yang dibangun di Indonesia. Hotel yang berada di Jalan MH Thamrin ini dibangun untuk menyambut kontingen Asian Games IV yang dilaksanakan pada tahun 1962. Karena memiliki nilai historis, hotel ini dijadikan situs warisan budaya melalui Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 475 tanggal 29 Maret 1993.

Namun, klaim tersebut sebenarnya kurang tepat mengingat sudah banyak bangunan-bangunan semasa kolonial yang difungsikan sebagai penginapan komersial.

3.Masjid Istiqlal

Masjid Istiqlal peninggalan Bung Karno
Foto: Kompas

Masjid ini ialah masjid terbesar di Asia Tenggara. Dibangun pada 25 Agustus 1951, masjid Istiqlal menduduki area yang dahulu bernama Taman Wilhemina. Di Taman ini dahulu terdapat monumen peringatan kemenangan perang Belanda di Aceh. Taman itu pun diratakan dengan tanah dan monumennya di robohkan.

Masjid Istiqlal juga berdekatan dengan Gereja Katedral Jakarta yang menandai toleransi di Indonesia.

4. Gelora Bung Karno

ggelora bung karno
Foto: Antara

Gelora Bung Karno merupakan sebuah komplek olahrga dengan stadion sepakbola yang menjadi pusatnya. Kawasan olahraga ini dibangun dalam rangka mempersiapkan ajang Asian Games IV yang berlangsung tahun 1962. Atap berbentuk seperti oval sempat dianggap aneh pada masanya karena pada saat itu lazimnya stadion hanya diberi satu atap pada tribunnya.

Komplek olahraga seluas 225 hektare ini terdiri dari  Stadion Utama, Istora, Stadion Renang, Stadion Ikada, Stadion Atletik dan Hoki, Gedung basket, dan Lapangan Voli, Lapangan Menembak, kemudian perkampungan internasional alias perkampungan atlet.

5.Gedung Sarinah

gedung sarinah
Foto: Historia

Sarinah merupakan pusat perbelanjaan di kawasan Menteng, Jakarta. dibangun di era Sukarno sebagai pusat promosi penjualan barang-barang produksi dalam negeri, terutama hasil pertanian dan perindustrian rakyat.

Perihal nama Sarinah, Bung Karno berujar dalam buku autobiografinya Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia yang ditulis Cindy Adams bahwa nama ini diambil dari nama pengasuhnya semasa kecil.

“Sarinah adalah nama yang biasa. Akan tetapi Sarinah yang ini, bukanlah wanita biasa. Ia adalah satu kekuasaan besar dalam hidupku. Di masa mudaku, aku tidur dengan dia. Kami berdua tidur di tempat tidur kecil. Ketika aku besar, Sarinah sudah tidak ada lagi,” kata Bung Karno.

Itulah beberapa bangunan megah peninggalan Bung Karno yang masih kita nikmati sampai hari ini.